Selamat Datang di Website Resmi Desa

Artikel

Jaga Ekosistem Sungai; Putri Berdikari Batik produksi Batik Warna Alam

19 Februari 2021 14:47:16  Smart Village  121 Kali Dibaca  Berita Desa

Berita Desa, Lensa Jumat (19/2) 2021. Para pengrajin [mustahik binaan Lembaga Zakat Community Development dalam program eco-fashion community Yayasan Sahabat Pulau Indonesia] Batik Tulis pewarnaan tumbuhan alam Desa Sumurgung melakukan proses pencucian kain batik. proses ini merupakan tahapan kedua dari belakang, sebelum pengemasan produk untuk di pasarkan. Proses pencucian kain batik di sungai tidak mengancam ekosistem sungai, sebab warna yang melekat dikain adalah ekstrak tumbuhan alam yang diproses tanpa bahan kimia.

 

Tiga belas pengrajin batik tulis warna alami ini tergabung dalam kelompok Putri Bedikari Batik Sumurgung –Tuban. Kegiatan ini sudah memasuki produksi hari ke sembilan di bulan Februari, dimana para pengrajin sedang melanjutkan proses Isen, Nglengkreng dan Nembok, tetapi juga mengurus warna [nggodok warna]. Dalam produksi setiap tahapan membutuhkan waktu proses yang tidak sedikit. Hal ini di ungkapkan oleh salah satu pengrajin  “Seringkali untuk menyelesaikan satu kain batik, mesti menunggu tahapan-tahapan pada membatik selesai. Misalnya, untuk melakukan nglengkreng, kain terlebih dahulu di pola/sketsa. Bila ingin melakukan pewarnaan pada kain, terlebih dahulu kain sudah selesai di Isen, Nglengkreng dan Nembok. Lalu bila ingin melungsur malam/lilin, kain dipastikan sudah selesai dalam tahapan pewarnaan lanjutan”. Tutur mbak Nik [Nikmatul Khasanah mustahik binaan Lembaga Zakat Community Development]

 

Sungai selalu menjadi pilihan dimana kain batik pewarnaan alami melalui tahapan pencucian. 26 kain yang melalui tahapan pencucian di lakukan di Sungai yang berada di Desa Sugiharjo. Kondisi Air Sungai Desa Sumurgung yang tercemar limbah zat pewarna sintetis/kimia serta limbah sampah rumah tangga membuat para pengrajin menggotong puluhan kain menuju Desa Sugiharjo. Kain batik mesti dicuci pada kondisi air sungai yang jernih dan bebas dari campuran limbah non alam. Kondisi sungai saat ini, yang dialiri oleh mata air grubulan kalibedah, Desa Jadi Kecamatan Semanding beberapa telah tercemar limbah zat pewarna sintetis dan limbah plastic. Menurut penjelasan warga setempat, tahun 80-an, orang orang desa masih mengambil air sungai untuk di masak, tapi sejak awal tahun 2000 sungai sudah mulai tercemar oleh limbah. Hal ini dibenarkan oleh aparat Desa Sumurgung. “yah, sekarang orang-orang sudah tidak memasak air sungai untuk minum sebab sudah tercemar” Sunarti. [staf Desa Sumurgung]

 

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Desa

Tuban adalah Kita

Sinergi Program

Website Tuban
Pengaduan Masyarakat
Covid Jatim
Covid Tuban
JDIH Kabupaten Tuban

Agenda

Statistik Penduduk

Peta Desa